desiran itu masih terasa setiap kali aku melihat online chatnya menyala. ingin sekali segera kubuka pembicaraan itu denganya, menceritakan hal-hal kecil yang selama ini selalu kusimpan, menyanyikan puluhan lagu yang telah ku karang, lalu melakukan hal-hal kecil nan bodoh yang akan slalu dikenang... cinta kawan, terkadang kau tidak pernah tau bagaimana semua itu bisa terjadi tepat di hadapanmu...
perasaan berani sekaligus takut,
perasaan kokoh namun juga rapuh,
tak pernah terpikir jelas di benakku apa itu cinta. satu-satunya hal yang aku tahu tentang cinta itu adalah ketidak tahuan itu sendiri. dan di sinilah aku. duduk terpaku di hadapan layar 12 inchi sambil beberapa kali terpaku melihat daftar online chat itu. payah, aku selalu berusaha berlaku ceria dan biasa di hadapanya menyambutnya dengan senyuman dan kondisi ceria terbaik yang bisa kumiliki untuk meyakinkan semua akan baik-baik saja... haha begitulah kawan kondisi hatiku belakangan ini.
sepoi angin masih menghanyutkan lamunanku sore itu. sebuah barcode yang masih tergantung di sekuntum bunga melati imitasi berkibar lembut mengikuti desiran angin itu. terombang-ambing seperti perasaanku saat ini... haisshhh... kok jadi curcol haha... tak apa ikuti saja ceritanya semoga ada manfaat yang bisa kalian dapat nantinya ;p
seperangkat meja dan kursi makan kecil tampak serasi menghiasi balkon teras kos yang nyaman itu. sebuah lilin kecil tampak menghiasi meja kayu itu. begitu juga melati imitasi tadi dengan vas kaca transparantnya. pikiranku masih tertinggal di layar 12 inchi itu saat david datang dan duduk di hadapanku. pembicaraan telah berjalan sekian lama tapi fikiranku masih saja belum menyusulku untuk duduk dan berdiskusi di balkon ini. jujur kawan, saat itu setiap kata-kata dan kenyamanan yang aku rasakan saat duduk menikmati desiran angin di sini, hanya membuat pikiranku semakin kuat dalam merekonstruksi khayalan-khayalan indah dengan tema 'bagaimana jika aku...' dan 'bagaimana jika dia..' entahlah semua perasaan ini semakin menggangguku.
"kamu ada masalah ya?" kata david mengamati tingkahku yang nampak tak fokus. aku terus berusaha menutupinya dengan senyum sambil beberapa kali memberikan pendapat kosong dalam diskusinya. percuma. hal itu tidak berhasil. hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan sedikit hal ini padanya, setidaknya dengan demikian pikiranku bisa berada di forum diskusi ini.
"vid... boleh sharing sedikit?" kataku memotong pembicaraanya yang sedari tadi hanya lewat begitu saja di telingaku. sejenak ia terdiam dan mengamatiku, memahami bahwa dugaanya tadi benar.
"boleh tau konteksnya apa?" katanya sopan. dengan malu-malu aku mengatakanya...
"hati vid..." kataku sambil mngalihkan pandangan.
"hmm jadi itu yang bikin kamu terlihat gak nyaman?... aku punya tips buatmu" entah kenapa seketika itu pula pikiranku yang sedari tadi sibuk tiba-tiba datang dan memberikan kemampuan untuk fokus terhadap setiap kata-katanya.
"jangan taruh kebahagiaanmu pada orang lain...."
DEG! satu kalimat itu saja telah membuatku, fikiran dan hatiku mengangguk setuju lalu mengintrepertasikanya dengan luas.
aku terdiam. Dia juga diam memberiku waktu untuk memaknai kata-katanya. selama ini aku hanya menghawatirkan beberapa hal yang tak pernah terjadi.
"kebahagiaan itu sudah ada di kamu, jangan taruh di orang lain, dengan demikian tidak ada alasan untuk merisaukan hal-hal" aku tahu.. aku tahu itu, aku hanya tidak bisa menyampaikanya dengan benar. itulah kuncinya. aku rasa apa yang membuatku gelisah selama ini adalah karena aku belum menemukan prespektif itu. dan sejak saat itu aku menyadari satu hal, bahwa sebenarnya kegelisahan itu datang karena ketidak mengertian kita terhadap sesuatu.
keesokan harinya lagi-lagi david memberiku renungan dengan memampang sebuah tulisan di timelineku...
"love when you ready, not when you lonely", susunan kalimat itu sempat menghenyakkanku. perlahan aku merenungkanya. apakah aku telah mencintai sesuatu dengan benar...
akan tetapi tak lama setelah itu, perlahan aku tersenyum. aku teringat kata-kata mas Deny dalam sebuah diskusi.tentang bagaimana cara kerja otak manusia. saat itu aku bertanya tentang jati diri seseorang, bagaimana mereka bisa menyadari kalau mereka telah menemukan jati dirinya.
"jati dirimu itu adalah kamu saat ini, jangan dicari kemanapun, karena ketika kamu mencarinya selamanya kamu akan merasa sedang mencarinya"dan begitu juga dengan pernyataan dari david tentang kesiapan. dengan yakin aku melantangkanya
"aku mencintainya karena aku siap" kataku dalam hati.
ya aku siap, bukan karena aku harus mengatakanya agar aku terlihat siap tapi karena aku tau tidak ada manusia yang benar-benar siap. di lain pihak aku pernah mendapat nasihat bahwa hidup bukan perihal tentang menemukan jati diri, melainkan menciptakan jati diri itu sendiri. dan jauh dalam hati kecilku aku yakin, perasaanku ini bukan masalah tentang 'menemukan' kebahagiaanku di dalam dirinya, namun semua ini tentang 'menciptakan' kebahagiaan saat bersamanya.
pada akhirnya aku mencapai sebuah kesimpulan yang sederhana, kita hanya perlu menyayangi diri kita lebih, karena setiap manusia itu terlahir karena tuhan telah memberikan peran bagi mereka untuk melakukan sesuatu di dunia ini. yah itulah yang dikatakan master hipnosis itu. dan ketika kita telah menyadari kekuatan hati kita maka tidaklah sulit bagi kita mengatakan bahawa alasan kita untuk hidup adalah untuk memberi manfaat...
"bukan bagaimana dunia mencintaimu, tapi semua ini tentang bagaimana sikapmu agar kau dicintai dunia" itulah kata-kata yang membuatku mengerti... bahwa hidup ini bukan tentang bagaimana kita mencintai sesuatu dengan mengorbanakan segala yang kita punya tentang waktu, tenaga, dan pikiran. akan tetapi bagaimana kita menemukan cara untuk lebih mencintai diri kita dengan menyikapi berbagai persoalan dengan sudut pandang dan cara yang lebih berkualitas....
aku sudah bahagia begini adanya, hanya saja aku akan lebih bahagia jika bersamanya. aku tidak sedang berhenti atau menyerah. mungkin ini semua akan terlihat sebagai usaha meruntuhkan dinding yang kokoh dengan sebuah lumpur. mungkin dinding itu tidak akan roboh, tapi setidaknya lumpur itu akan membekas di sana. karena lumpur itu adalah bahasaku, usahaku, keceriaanku, dan senyumku yang kusampaikan dengan cara yang sama dan aku percaya dengan cara yang sama, dia akan memahaminya.
cintai dirimu dengan lebih, karena bagaimana orang lain akan mencintaimu jika kau tak melakukanya untukmu sendiri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar