Should have seen it coming when the roses died
Should have seen the end of summer in your eyes
Should have listened when you said, "Goodnight"
You really meant goodbye
Baby, ain't it funny, how I never ever learn to fall?
You're really on your knees when you think you're standing tall
But only fools are 'Know it all's' and I played that fool for you
I cried and I cried there were nights that I died for you, baby
I tried and I tried to deny your love drove me crazy, baby
If the love that I've got for you is gone
If the river I cried ain't that long
Then I'm wrong, yeah I'm wrong, this ain't a love song
Baby, I thought you and me would stand the test of time
Like we got away with the perfect crime
But we were just a legend in my mind
I guess that I was blind
Remember those nights dancing at the masquerade?
The clowns wore smiles that wouldn't fade
You and I were the renegades, some things never change
It made me so mad 'cause I wanted it bad for us, baby
And now it's so sad that whatever we had, ain't worth saving, ohh
If the love that I got for you is gone
And if the river I've cried ain't that long
Then I'm wrong, yea, I'm wrong, this ain't a love song
If the pain that I'm feelin' so strong is the reason I'm holdin' on
Then I'm wrong, yeah I'm wrong, this ain't a love song, ooh
I cried and I cried there were nights that I died for you, baby
I tried and I tried to deny that your love drove me crazy, baby
If the love that I got for you is gone
If the river I cried ain't that long
Then I'm wrong, yeah I'm wrong, this ain't no love song
If the pain that I'm feeling so strong is the reason I'm holdin' on
Then I'm wrong, yeah I'm wrong, this ain't a love song
Then I'm wrong, yeah I'm wrong, this ain't a love song
Then I'm wrong, yeah I'm wrong, this ain't a love song
Minggu, 30 September 2012
Sabtu, 29 September 2012
i don't know what i feel?
aku tak tahu apa yang kurasakan. sebuah perasaan yang bingung, galau, sakit, perih, entahlah persetan dengan perasaan itu. Tapi... semakin aku mengelak, semakin hebat saja rasa yang benar-benar membingunkan ini. Terlalu banyak yang terfikir olehku, kehidupan masa remaja yang berwarna, seputar keluarga yang masih saja seperti ini, kehidupan romansa masa remaja antara aku dan kamu yang kini benar benar sedang diuji. Ku tak tahu apa yang harus aku lakuin sekarang. Tetap mengikuti arus, melawan semua ini, atau mungkin kabur dari semua permasalahan ini? Aku bingung tuhan.... bisakah kau bantu aku tuk selesaikan semua ini? Terlalu berat tanggung jawab yang kau berikan kepadaku, apalagi jika menyangkut apa yang namanya keluarga. Disatu sisi memang keluarga 1 terus memotivasiku tapi disisi lain...? Kenapa tuhan kau berikan keegoisan kepada mereka? Kenapa kau tidak bukakan hati papaku yang seperti ini? Kenapa tuhan kenapa? tolong.... tolong jawab pertanyaanku ini...
Kamis, 20 September 2012
sebenarnya kau anggap aku apa?
haaaaah malam ini seperti biasanya menurutku yang selalu sepi sepi dan sepi. ketika tetesan inspirasiku membuatku agaknya sedikit kecewa mungkin? yah mau bagaimana lagi aku tak bisa memaksa jika harus selalu bersama kamu saat kau sedang ingin bersama temanmu. Jika aku memaksa aku egois kan? Tapi jika kau sering menolak diriku seperti ini apakah tidak berarti kau egois juga? Ya aku tau kau sibuk dengan semua ini itumu. Aku bisa ngerti tapi apa aku harus ngalah terus demi kamu? enggak kan? Atau aku memang terlalu bodoh untuk semua hal itu? tapi entah kau mengerti atau tidak bahwa aku juga ingin seperti mereka yang terkadang ingin diperhatikan, hanya itu kok yang aku minta :'). maaf jika aku berkata seperti ini terkadang aku merasa jika kau selalu mementingkan dirimu sendiri. Aku harus berkata apa? aku kan bukan siapa siapamu dan tak lebih dari teman cowok spesial yang bener" sayang ke kamu. Apakah rasa yang terlalu sayang ini yang membuat aku bener bener overprotektif dan takut kehilangan kamu? Atau kamu hanya korban dari cintaku dan kamu terlalu baik mau mengerti akan cintaku padamu? Aku memang menyayangi, tapi aku tak rela tersakiti olehmu saat ini, esok, dan seterusnya. Jadi jika kau sedang iseng" membuka blogku dan membaca apa yang kutulis saat ini... please COBALAH MENGERTI AKU ya?
to you: my sweetheart :')
Selasa, 18 September 2012
Asmara Nusantara
Waktu itu kamu pakai baju merah
Yang ku tahu aku pakai baju putih
Kita bergandengan menyusuri kota
Dan cinta kita seperti indonesia
Walau kini kau ada di wakatobi
Yang jelas-jelas aku di raja ampat
Luasnya lautan memisahkan kita
Oh indahnya bercinta di nusantara
Yang ku tahu aku pakai baju putih
Kita bergandengan menyusuri kota
Dan cinta kita seperti indonesia
Walau kini kau ada di wakatobi
Yang jelas-jelas aku di raja ampat
Luasnya lautan memisahkan kita
Oh indahnya bercinta di nusantara
Kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
Tak mudah didapat
Perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
Seperti pahlawan
Tak mudah didapat
Perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
Seperti pahlawan
Kita tulis cerita yang takkan kita lupa
Bersama di bawah langit senja
Kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
Asmara kau dan aku di bumi khatulistiwa
Bersama di bawah langit senja
Kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
Asmara kau dan aku di bumi khatulistiwa
Kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
Tak mudah didapat
Perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
Seperti pahlawan
Tak mudah didapat
Perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
Seperti pahlawan
Kita tulis cerita yang takkan kita lupa
Kita nyatakan saja pada mereka dengan sebuah lagu
Kita tulis cerita yang takkan kita lupa
Bersama di bawah langit senja
Dimana kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
Asmara kau dan aku di bumi yang indah di khatulistiwa
komitmen adalah
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan daster dengan wajah berminyak tanpa make-up.Bersyukur ketika bentuk tubuh sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil bilang, “Kamu cantik.”
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya, menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan kosong, tanpa sepeser uang pun.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, “Saya percaya pada Papa. Papa tetap yang terbaik.”
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya, mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka ‘Ayah’ dan ‘Ibu’.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka, memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak terhadapnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan tanpa mengatakan, “Tuh, apa kubilang! Makanya…”
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh tidak sepadan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yang harus dibayar tidak sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.
Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah… karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri.
“In the final analysis, commitment means: ‘Here I am. You can count on me. I won’t fail you.’”
copast: www.jennyjusuf.blogspot.com
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya, menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan kosong, tanpa sepeser uang pun.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, “Saya percaya pada Papa. Papa tetap yang terbaik.”
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya, mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka ‘Ayah’ dan ‘Ibu’.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka, memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak terhadapnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan tanpa mengatakan, “Tuh, apa kubilang! Makanya…”
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh tidak sepadan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yang harus dibayar tidak sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.
Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah… karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri.
“In the final analysis, commitment means: ‘Here I am. You can count on me. I won’t fail you.’”
copast: www.jennyjusuf.blogspot.com
aku ingin mencintaimu dengan sederhana, tapi..
ku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu
yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…
Ini kata Sapardi Djoko Damono. Tetapi, bagaimana faktanya bila sosok yang kita cintai adalah makhluk yang teristimewa, dia punya segudang kelebihan dibandingkan kita sebagai si pencinta? Dia tak hanya indah secara fisik, melainkan juga secara intelektualitas, kepribadian….the whole package? Bisakah kita mencintainya secara sederhana pula?
Karena faktanya, ketika kita mencintai seseorang yang memiliki kelebihan dibandingkan kita, kita terdorong untuk mem-push diri kita agar bisa se-oke dia. Misalnya saja dalam hal intelektualitas, si dia menguasai semua topik pembicaraan. Mulai dari politik, hukum, humaniora hingga ke gosip-gosip artis…nah, otomatis, kita akan terpacu untuk mengimbangi wawasannya yang demikian luas itu agar kita bisa nyambung saat ngobrol sama si dia.
Bahkan, kita juga ikut mendengarkan lagu apa saja yang menjadi kegemarannya hanya agar kita bisa nyambung atau at least punya bahan obrolan saat berdua si dia. Sekali pun mungkin kita enggak suka musik-musik alirannya Linkin’ Park atau campur sari, namun berhubung orang yang kita taksir itu adalah penggemar berat Linkin’ Park dan campur sari, otomatis, kita akan berusaha menyukai atau at least mendengarkan kedua genre musik tersebut.
Ada sebuah cerita, dimana ada si gadis dan si jejaka yang baru aja dikenalin. Mereka pergi karaoke bareng. Di tempat karaoke itu, si gadis me-request lagu-lagu Linkin’ Park dan campursarinan yang bagi sebagian besar orang terdengar ndeso, norak…something like that. Tetapi, si jejaka yang agaknya sudah kepincut si gadis, dengan malu-malu mengakui,”Aku juga suka campursarinan. Komputer di kantorku penuh dengan lagu-lagu campur sari.” Entah benar, entah sekadar menggombal, namun pernyataannya barusan sudah membuat si gadis senang. At least, satu poin telah dia kantongi.
Lalu, di malam yang berbeda, suatu saat si jejaka bercerita kepada si gadis. “Kamu tahu enggak? Aneh sekali. Aku sedang dengerin radio, eh tahu-tahu radio di sini muter lagunya Linkin’ Park kesenenganmu itu…nyetel Crawling. Padahal, radio di desaku ini, biasanya memutar lagu-lagu dangdut Panturanan.” Ah…lagi-lagi entah benar atau tidak, tapi si gadis telah senang karena berarti pria itu memperhatikan apa saja yang menjadikan kegemarannya!
Kali lain, saat mereka bertemu, si jejaka mengomentari penampilan si gadis yang terlihat feminiiiiin banget. Padahal, biasanya, si gadis terbiasa bergaya pakaian semau gue, tomboy banget dan lebih suka pake sandal teplek. Sejak pujian itu, tiap kali mereka bepergian, si gadis selalu berdandan super duper feminin: pakai sepatu high heels, baju feminin, celana panjang (dan bukannya celana 7/8)…
Mmmh…bagaimanakah bisa mencintai seseorang dengan sederhana bila kita ingin selalu terlihat istimewa di depan si dia? Mungkin, dengan menerima semua kelebihan dan kekurangannya…the whole package. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Namun, setiap orang juga punya standarisasi sendiri tentang kelebihan dan kekurangan yang bisa ditolerir/tidak bisa ditolerir lagi.
Mencintai sosok yang punya segudang kelebihan memang bisa memotivasi kita untuk menjadi makhluk yang lebih baik lagi. Tapi, jangan sampai terjebak kepada ekspektasi berlebihan. Karena ekspektasi adalah hal lain yang menjadikan kita tak bisa mencintai seseorang dengan sederhana. Kita sudah telanjur meletakkan ekspektasi yang terlalu tinggi kepada orang yang kita cintai. Ketika si dia tak mampu memenuhi ekspektasi itu, kita terjatuh ke jurang kekecewaan yang sangat dalam, sehingga akhirnya cinta kita luntur…
Mungkin…sebab, saya sendiri pun tengah belajar bagaimana mencintai seseorang dengan sederhana
Langganan:
Postingan (Atom)